Pages

Minggu, 27 Maret 2011

Konsep Pengukuran, Kesalahan, dan Perambatan Kesalahan

Tugas seorang surveyor (geodetic engineer) dimulai dari mendesain proyek sampai dengan merepresentasikan hasil laporan. Pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang surveyor diantaranya adalah melakukan pengukuran (pengambilan data) dan termasuk di dalamnya melakukan perataan (adjustment) dan analisis data yang diperoleh. Jika surveyor ingin memperoleh data dan menganalisis hasil dengan baik maka dia harus mengerti proses pengukuran (pengambilan data).

Di dalam pengukuran (measurement) terdapat pengamatan (observation). tidak ada pengukuran sebelum dilakukan pengamatan. Namun pada umumnya definisi pengukuran dan pengamatan dianggap sama.

Meskipun pengukuran seringkali dianggap sebagai pekerjaan tunggal, namun khusus untuk pengukuran dalam surveying dapat meliputi beberapa operasi dasar diantaranya: centering, pointing, matching, setting, dan reading. Diakhir dari proses sebuah nilai numeric tunggal yang kemudian dipakai untuk merepresentasikan hasil pengukuran atau pengamatan dari nilai yang dicari.

pengukuran adalah suatu proses yang subyeknya berupa variasi hasil ukuran. variasi hasil pengukuran dapat terjadi karena beberapa aspek pengukuran, salah satunya adalah tidak diperhitungkannya temperatur pada saat pengukuran. Sebagai contoh, dilakukan beberapa kali pengukuran jarak antara dua titik dengan pita ukur dan perubahan temperatur selama pengukuran juga diamati, maka terdapat hubungan antara perubahan bacaan jarak yang diukur dengan perubahan temperatur yang terjadi. Jika koreksi temperatur tidak disertakan maka nilai ukuran akan bervariasi menurut perubahan temperatur. Variasi pengamatan sendiri merupakan hal mendasar yang dapat terjadi pada setiap operasi pengamatan. tidak ada pengamatan yang nilainya berulang secara pasti karena keterbatasan alat yang dipakai dan kemampuan pengamat pada saat melakukan centering, pointing, matching, setting, dan reading.

Karena hasil pengukuran selalu bervariasi maka nilai sebenarnya tidak pernah diketahui. mungkin dapat dicari sebuah nilai tetap yang diasumsikan sebagai nilai sebenarnya (true value), namun pada kenyataan yang didapatkan hanyalah estimasi (perkiraan) dari nilai sebenarnya (true value) tersebut.

Perlu diperhatikan bahwa variasi nilai yang diperoleh untuk sejumlah ukuran adalah sebuah fenomena alami yang kejadiannya telah diperkirakan meskipun pengukuran dilakukan dalam kondisi konstan. jika variasi pengukuan dapat diestimasi maka besar penyimpangan dari nilai ukuran terhadap nilai sebenarnya harus diestimasi. Penyimpangan tersebut dikenal sebagai kesalahan (error) dalam pengukuran.

Studi mengenai kesalahan dalam pengamatan dan tingkah lakunya pada dasarnya sama dengan studi mengenai pengamatan itu sendiri. Dengan kata lain teori kesalahan (theory of errors) sama dengan teori pengamatan (theory of observations).

Jenis-jenis kesalahan secara konvensional dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis yaitu:

  1. Kesalahan besar (gross/blunder error) adalah kesalahan yang disebabkan oleh kecerobohan pengamat dalam melakukan pengukuran.
  2. Kesalahan sistematik adalah kesalahan yang terjadi berdasarkan system tertentu yang dapat dinyatakan dalam hubungan fungsional.
  3. Kesalahan acak adalah kesalahan yang terjadi karena perbedan dalam membaca penaksiran skala terkecil sehingga terdapat variasi hasil pengukuran.

0 komentar:

Who's amung us